Rabu, 10 Desember 2008

Kunjungan DPR-RI melihat proses pembuatan Kompos di KTM


Pengembangan pertanian ramah lingkungan yang selama ini sedang digeluti oeleh teman-teman petani muda di Desa Sajen Kecamatan Pacet dalam wadah KTM (Kelompok Tani Muda) mendapat perhatian serius dari anggota komisi IV DPR-RI Bapak Mindo Sianipar.

Di samping ramah lingkungan, penerapan pertanian organik juga mampu menekan penggunaan pupuk kimia yang sekarang ini keberadaannya semakin langka di pasaran. Harapan kami ke depan perhatian dewan terhadap permasalahn ini tidak hanya sekedar tebar pesona saat menjelang pelaksanaan pemilu melainkan akan menjadi langkah awal dalam menyusun perencanaan kedepan dalam rangka mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan di mana petani kita tidak lagi ketergantungan terhadap pupuk maupun pestisida kimia. Di sisi lain tanah semakin subur, tidak tercemar dan menghasilkan produk makanan yang sehat. Mat.  

" Sudahkah makanan kita halal? "

Anak selalu dibidik menjadi pasar potensial bagi produksen, baik itu untuk jenis makanan dan minuman, juga permen, snack,dan sebagainya. Hati – hati dengan makanan minuman yang di kusumsi anak kita.

Jenis makanan seperti premen, jeli snck, cokelat,premen lunak, menjadi favorit bagi sebagaian besar anak- anak kita.sedangkan untuk minuman warna-warni dengan aneka rasa selalu menjadi proiritas yang mereka gemari. Kebanyakan makanan dan minuman tersebut dijajakan secara bebas di toko- toko dan warung-warung.

Sejalan dengan berkembangnya selera, tersebut, paraprodusen pun berlomba menawarkan aneka produk mereka dengan tampilan yang menarik dan warna – warni. Mereka juga menampilkan tokoh kegemaran mereka dalam kemasan dan meberikan iming – iming hadia .berbagai promosi juga di tampilkan di TV dengan gaya yang di sukai.
Premen menjadi salah satu paling di gemari anak kita . rasanya yang manis dan tersedia dalam berbagai pilihan rasa kesukaan anak, tidak jarang membuat anak-anak ketagian apalagi dengan terus berkembangnyan teknologi. Premen dapat di buat dengan berbagai bentuk dan tekstr.
Melihat bagaimana anak begitu menyukai permen amatlah mudah.Cobalah tengok gigi mereka.Hampir tidak ada anak yang giginya masih utuh di usia lima tahun Memang inilah salah efek buruk permen bagi anak . Anak yang belum bisa atau terbiasa gosaok gigi tidak dapat membersihkan sisa- sisa permen terutama permen yang empuk yang menemopel pada gigi. Sisa permen yang manis akan di fermentasi bakteri menghasikan asam . Asam mengikis lapisan email gigi dan menyebabkan keropos atau gigi berlubang 
Dari segi kehalalnya permen lunak cenderung memiliki peluang lebih besar tersusupi komponen tidak halal permen ini tidak hanya terdiri dari gula dan presa seperti pada permen keras tapi juga di tambah bahan pengenyal. Penenyasl yang umum di pakai adalah gum dan gelatin.
Gum terbuat dari getah tumbuhan sehingga aman di tambahkan. Namun, permen lunak akan menjadi bermasalah bila yang di tambahkan adalah gelatin berasal dari binatang apa bahan tersebut ? jika dari binatang sapi, bagaimana cara menyembelihnya?
Perhayian khusus perlu diberikan kepada jeli yang kenyal.bahan yang di gunakan bisa dari tepung konyaku atau gelatin. Tepung konyaku berasal dari sejenis umbi – umbian,serhingga aman dari sisi kehalalan di badingkan dengan yang menggunakan gelatin.bahan yang perlu di cermati dalam jeli adalah perisa, pewarna dan pemanis buatan yang di gunakan. Selain berpeluang tidak halal, penggunaan bahan – bahan sentetis terutama untuk anak – anak dapat menimbulkan dampak gangguan kesehatan di kemudian hari.jangan membeli hanya karena harganya murah atau karena anak suka.pertimbangkan juga efeknya terhadap anak – anak yang kita sayangi.
Snack di sukai anak – anak karena renyah dan gurih.dengan berbagai rasa seperti sapi panggang, ayam,rumput laut,pizza dan sebagainya,makanan ini tidak terpisahkan lagi dari anak-anak.namun hati-hati, jangan membiarkan anak mengkonsumsi makanan jenis ini tanpa membatasinya. Makan anak-anak memang paling rawan.berbagai rasa pada snack di dapatkan dari perisa plus MSG. Perisa daging perlu diwaspadai, karena ada yang diekstrak dari bagian tubuh manusia seperti rambut dan bisa juga berasal dari binatang tertentu yang tidak halal. mas  
Desak Pemkab Kembangkan Pupuk Organik
Kelompok Tani Untuk Menghadapi Kelangkaan Pupuk  


MOJOKERTO – Maraknya kelangkaan pupuk yang belakangan dialami petani terus direaksi banyak pihak. Salah satunya keberadaan kelompok tani di Kabupaten Mojokerto. Mereka mendesak Pemkab Mojokerto segera mengoptimalkan program pengembangan pupuk organik melalui pertanian berkelanjutan (PB). Disamping bisa menghindari ketergantungan petani menggunakan pupuk kimia juga menekan biaya produksi pada masa tanam.
Suwito pengurus Kelompok Tani Muda (KTM) Desa Sajen Kecamatan Pacet mengungkapkan, kelangkaan pupuk yang dialami petani saat ini merupakan bagian dari tanggungjawab Pemkab Mojokerto. Sebab, tidak hanya menciptakan ketergantungan juga berpotensi pendistribusian yang menguntungkan pihak tertentu untuk meraup keuntungan. “ Hal seperti ini semestinya tidak didiamkan pemerintah, bila terus berlanjut maka yang dirugikan adalah petani,” katanya. Seperti yang dialami petani di kecamatan Pacet saat ini. Mereka kesulitan mendapatkan pupuk untuk memenuhi kebutuhan masa tanam pertama. Baik di tingkat kios maupun pengecer. “ Kalau ada itupun harus melalui prosedur yang cukup memberatkan,” jelasnya.
Semisal lebih dulu mengajukan kebutuhan pupuk melalui Rencana Devinif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kepada distributor melalui kepala desa (kades) dan Petugas pemantau lapangan di masing-masing kecamatan (PPL). “ jika ada itupun tidak memenuhi kebutuhan,” urainya.
Untuk menghindari ketergantungan dan penyelewengan, Suwito mendesak agar pemkab mengoptimalkan program pertanian berkelanjutan. Diantaranya, rutin mengadakan pelatihan terkait pengembangan pupuk organik di tingkat kelompok tani. Berikut memberikan wawasan dampak penggunaan pupuk kimia yang dapat mengikta unsur hara pada lahan tanam. “ Sehingga tanaman sulit menyerap usur hara,” urainya.
Selain itu Rahmat pengurus KTM lainnya mengatakan, dampak lain jika pemkab tidak mengembangkan program pernian berkelanjutan adalah membiarkan pihak tertentu mengeruk keuntungan dibalik ketergantungan pupuk kimia. Yakn sengaja menjual pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 60 ribu persak. Karena itu, agar hal itu tidak berkelanjutan dia berharap Pemkab segera memberikan pengetahun bahaya ketergantungan menggunakan pupuk kimia. Terlebih menyampaikan teknis pengembangan teknologi pertanian dalam bentuk teknologi tepat guna.
“ Karena harganya lebih murah dan cukup efesian,” paparnya.
Hal yang sama juga disampaikan Ayuhan Nafie Kelompok Tani Muda desa Kedungsari kecamatan Kemlagi. Penggunaan pupuk urea kimia kata dia memang cukup instan untuk memenuhi kebutuhan tanam. Namun, jika hal itu terus dibiarkan berlarut maka kelangkaan pupuk selamanya tidak bisa teratasi. “ Sebab masalah pupuk kimia ini bukan persoalan barang, melainkan ketergantungan,” ujarnya. Salah satu cara yang mampu menghindari ketergantungan adalah dengan membudidayakan pembuatan berikut manfaat pupuk organik. Baik kepada petani sendiri maupun PPL di tingkat kecamatan. “ Bila pemkab tetap menggunakan yang lain yang ada justru menghamburkan anggaran saja,” cetusnya.
Sementara itu kordinator Forum Komunikasi dan Informasi Petani (FKIP) Mojokerto, Sukirno, mengatakan turun tangan pemkab dalam pengembangan pertanian berkelanjutan dirasa cukup penting. Disamping bisa menghidari kelangkaan juga dianggap mampu merubah paradigma penggunaan pupuk kimia oleh petani.
“Apalagi saat ini petani masih belum sadar tentang dampak penggunaan pupuk kimia yang berlebihan,” katanya. Dengan demikian dia mengimbau agar pemkab tidak sekedar tebar pesona dalam menangani keluhan para petani. Semisal turun tangan ketika terjadi pupuk langka. Melaikan menaruh komitmen dalam bidang pertanian. “ Paling tidak petani bisa merubah pola pikir soal penggunaan pupuk kimia,” imbuh Sukir. (ris)